Rabu, 12 Mei 2010

Konsep Dasar Kehamilan

KONSEP DASAR ASUHAN ANTENATAL


Tujuan Umum :
•Setelah Mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa dapat memahami dan melaksanakan asuhan kehamilan di dalam masyarakat.

Tujuan Khusus :
•Mengetahui filosofi asuhan kehamilan
•Mengetahui Ruang lingkup Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Prinsip – prinsip Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Sejarah Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Tujuan Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Standart Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Hak –Hak Wanita Hamil
•Mengetahui Peran dan Tanggung Jawab Bidan
•Mengetahui Issu Terkini dalam Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Advance Based Dalam Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Tipe Pelayanan Asuhan Kehamilan
•Mengetahui Tenaga Profesional Asuhan Kehamilan





I. FILOSOFI ASUHAN KEHAMILAN

Pendekatan yang dianjurkan adalah : Menganggap bahwa semua kehamilan itu beresiko dan setiap ibu hamil itu agar mempunyai akses kepertolongan persalinan yang aman dan pelayanan obstetri.

Filosofi Asuhan Kehamilan adalah :

a.Kehamilan merupakan keadaan yang alamiah
Dalam kehamilan adalah : hal yang normal tidak perlu dengan peralatan,
alat – alat ( Obat – obatan) untuk menjadikan suatu kehamilan.

b.Asuhan yang diberikan secara berkesinambungan
Maksudnya secara terus menerus atan berkelanjutan,Bidan harus memberikan asuhan kebidanan mulai dari kehamilan,bersalin,nifas dan Bayi baru lahir.

c.Asuhan yang diberikan berfokus pada kebutuhan ibu
Maksudnya :

-Ibu hamil yang belum mengetahui gejalah – gejalah kehamilan,maka seorang ibu diperlukan penjelasan tentang kehamilan
-Ibu hamil dengan kehamilan muntah – muntah,maka seorang ibu hamil perlu penjelasan dan tindakan dalam mengatasinya.

d.Terjadinya hak – hak ibu
Maksudnya : Setiap memberikan asuhan kita akan menjaga hak – hak ibu hamil.

e.Ibu dan Keluarga ikut berpartisipasi dalam asuhan
Maksudnya ibu dan keluarga bukan merupakan sebagai objek tapi sebagai subjek yang ikut berpartisipasi dalam asuhan kehamilan

II. LINGKUP ASUHAN KEHAMILAN

Pengkajian dan Diagnosa :

•Bidan harus melakukan pengkajian dahulu sebelum melakukan diagnosa
•Pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu ( Tundakan dan Pencegahan )
•Penyuluhan dan pendidikan kesehatan pada ibu,keluaraga,dan mayarakat serta menentukan keluarga berencana
•Deteksi kondisi abnormal pada ibu dan bayi
•Usaha memperoleh pendamping khusu bila diperlukan ( Konsultasi atau rujukan )
•Pelaksanaan pertolongan kegawatdaruratan primer dan sekunder pada saat tidak ada pertolongan medis


III. PRINSIF ASUHAN ANTENATAL
1.Memahami bahwa kelahiran anak merupakan suatu proses alamiah dan fisiologis
2.Menggunakan cara – cara sederhana,tidak melakukan intervensi tanpa adanya indikasi sebelum berpaling ke tekhnologi
3.Aman, berdasarkan fakta,dan memberi kontribusi pada keselamatan jiwa ibu
4.Terpusat pada ibu,bukan terpusat pada pemberi asuhan
5.Menjaga privacy serta kerahasiaan ibu
6.Membantu ibu agar merasa aman,nyaman,dan didukung secara emosional
7.Memastikan bahwa kaum ibu mendapatkan informasi,penjelasan,dan konseling yang cukup
8.Mendorong ibu dn keluarga agar menjadi peserta aktif dalam membuat keputusan setelah mendapat penjelasan mengenai asuhan yang akan mereka dapatkan
9.Menghormati praktek – praktek adat dan keyakinan agama mereka
10.Memantau kesejahteraan fisik,psikologis,spritual,dan sosial ibu / keluarganya dalam masa kehamilan dan kelahiran anak
11.Mmemfokuskan perhatian pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit

IV. SEJARAH ASUHAN ANTENATAL

Terjadi akibat adanya tingka angka kematian yang tinggi pada ibu dan perinatal,sehingga diharapkan upaya yang sungguh – sungguh untuk dapat mengatasi masalah tersebut.
Memperhatikan angka kematian ibu 500 ribu / tahun dan kematian perinatal 10 juta / tahun di seluruh dunia,WHO dan UNICEF melaksanakan kongres di Alma Ata 1978,Uni Sovyet,dan mencetuskan ide primary Health Care ( pelayanan kesehatan utama ).Dengan tujuannya meningkatakan kesehatan masyarakat menuju “ Health for all by the year 2000 “( Sehat bagi semua pada tahun 2000 ).Di Indonesia gagasan tersebut diterjemahkan dalam sistem kesehatan nasional.Kesejahteaan ibu merupakan upaya yang penting dalam pelaksaaan “ Pelayanan kesehatan Utama “ dengan mengikutsertakan partisipasi masyarakat,mendekatkan pelayanan di tengah masyarakat ,dan meningkatkan.mutu pelayanan.

V. TUJUAN ASUHAN ANENATAL
1.Mempersiapkan kondisi fisik dan fsikis ibu dan keluarga dalam menghadapi persalinan
2.Memantau perkembangan kehamilan,menjamin kesehatan ibu dan anak pertumbuhan janin yang normal.
3.Mendeteksi dan menangani komplikasi yang terjadi sedini mungkin
4.Mempersiapkan kondisi ibu,baik fisik dan proses atasi
5.Membina kepercayaan antara keluarga dan nakes sebagai ibu

VI. STANDAR PELAYANAN ANTENATAL

1.Standart I : Falsafah dan Tujuan
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki Visi,Misi,Filosofi,dan Tujuan pelayanan serta organisasi pelayanan sebagai dasar untuk melaksanakan tugas pelayanan yang efektif dan efisien.

2.Standart II : Administrasi dan Pengelolaan
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki pedoman pengelolaan pelayanan,standart pelayanan,prosedur tetap dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan pelayanan yang kondusif yang memungkinkan terjadinya praktek pelayanan kebidan akurat.

3.Standart III : Staff dan Pimpinan
Pengelola pelayanan kebidanan mempunyai program pengelolaan sumber daya manusia,agar pelayanan kebidanan berjalan efektif dan efisien.

4.Standart IV : Fasilitas dan peralatan
Tersedia sarana dan peralatan untuk mendukung pencapaian tujuan pelayanan kebidanan sesuai dengan beban tugasnya dan fungsi institusi pelayanan.

5.Standart V : Keijaksanaan dan prosedur
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki kebijakan dalam penyelenggaraan
Pelayanan dan pembinaan personil menuju pelayanan yang berkualitas

6.Standart VI : Pengembangan staf dan program pendidikan.
Pengelolah pelayanan kebidanan memiliki program pengembangan staf dan perencanaan pendidikan, sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
7.Standart VII : Standart asuhan
Pengelolah pelayanan kebidanan memiliki standart asuhan atau manajemen kebidanan yang diterapkan sebagai pendoman dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

8.Standart VIII : Evaluasi dan pengendalian mutu
Pengelolah pelayanan kebidanan memiliki program dan pelaksanaan dalam evaluasi dan pengendalian mutu pelayanan kebidanan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

VII. HAK-HAK WANITA ANTENATAL

•Setiap perempuan atau ibu penerima asuhan berhak mendapatkan keterangan mengenai kesehatannya.
•Setiap perempuan atau ibu berhak mendiskusikan keprihatinannya didalam lingkungan dimana ia merasa percaya
•Setiap perempuan atau ibu berhak mengetahui sebelumnya jenis prosedur yang akan dilakukan
•Prosedur harus dilaksanakan didalam suatu lingkungan supaya hak ibu untuk mendapatkan privasi dihormati.
•Merasa senyaman mungkin ketika menerima layanan.
•dapat mengutarakan pandangan dan pilihannya mengenai layanan yang diterimanya

VIII. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN

Peran Bidan :
1.Memberikan pelayanan sebagai tenaga terlatih.
2.Meningkatkan pengetahuan kesehatan masyarakat.
3.Meningkatkan penerimaan gerakan KB.
4.Memberikan “ dukun beranak”
5.Meningakatkan sistem rujukan.

IX. TANGGUNG JAWAB BIDAN
1.Menjaga agar pengetahuanya tetap up-to date, terus mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemahirannya agar bertambah luas serta mencakup semua aspek dari peran seoarang bidan
2.Mengenali batas-batas pengetahuan, keterampilan dan wewenangnya dalam praktek kliniknya
3.Menerima tanggung jawab untuk mengambil keputusan dan konsekuensi dari
keputusan tersebut
4.berkomunikasi dengan petugas yang lain dengan rasa hormat dan martabat
5.Memelihara kerjasama yang baik dengan staf kesehatan dan rumah sakit
Pendukung
6.Bekerjasama dengan masyarakat dimana ia berperaktek, meningkatkan akses dan mutu asuhan kesehatan

X. ISSU TERKINI DALAM ASUHAN ANTENATAL

Mengahadapi pembangunan jangka panjang tahap II, terdapat tiga issu nasional , yaitu : upaya mengentaskan kemiskinan, tingginya angka kematian ibu dan perinatal, dan peningkatan sumber daya manusia. disamping itu dihadapi perubahan pola penyakit dalam bentuk infeksi STD serta AIDS, infeksi hepatitis B, serta penyakit degeneratif.
Dalam bidang kesehatan masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan sumber daya manusia, sebagai issu sentral pembangunan peranan bidan khususnya menurunkan angaka kematian dan kesakitan ibu dan perinatal sangat penting terutama didaerah pedesaan.

XI. EVIDANCE BASET DALAM PRAKTEK ANTENATAL

1.Memberikan informasi kepada publik mengenai praktek-praktek tersebut termasuk intervensi-intervensi dan hasil asuhannya
2.Memberi asuhan yang sifatnya peka dan responsif bertalian dengan kepercayaan, nilai dan adat istiadat yang dianut ibu.
3.Mengajarkan petugas pemberi asuhan dalam metode meringankan rasa nyeri tanpa penggunaan obat-obatan
4.Mendorong semua ibu ( keluarganya ), termasuk mereka yang bayinya sakit dan kurang bulan agar mengelus, mendekap, memberi asi dan mengasuh bayinya sendiri.
5.Menganjurkan agar jangan menyunat bayi baru lahir jika bukan karna kewajiban agama

TIPE PELAYANAN ASUHAN ANTENATAL

Peran bidan :
1.Sebagai pelaksana

Peran sebagai pelaksana dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
a.Tugas mandiri : Kita sebagai bidan dapat melakukan tindakan tau penyuluhan tanpa bantuan tim kesehatan lain.
b.Tugas kolaborasi : Bidan bersama tim kesehatan lainnya bekerjasama untuk memberikan penyuluhan atan tindakan kesehatan.
c.Tugas ketergantungan / rujukan : Peran bidan dalam hal ini merujuk kliennya dimana harus mendapatkan perawatan khusus atau fasilitas yang memadai dan tenaga kesehatan yang ahli

2. Sebagai pengelola

a.Mengembangkan pelayanaan dasar kesehatan untuk individu, kelompok,dan masyarakat klien.
b.Menyusun rencana kerja pelayanaan dasar kesehatan dengan masyarakat.
c.Mengelola hasil kesehatan pelayanan kesehatan khususnya kepada ibu dan anak serta masyarakat.
d.Berpartisipasi dan meningkatkan mutu kesehatan masyarakat melalui pendidikan, pelatihan dan kegiatan.
e.Bekerjasama dengan puskesmas insitusi lain dalam memberikan asuhan kepada klien.

3. sebagai pendidik

a.Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada idividu,keluarga, kelompok dan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak.
b.Melatih dan mendidik karir termasuk bidan dan perawat.
c.Menyusun rencana penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji.
d.Melaksanakan program atau rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan masyarakat sesuai dengan rencana
e.Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan penyuluhan kesehatan masyarakat secara lengkap.

3. Sebagai peneliti / Investor

a.Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan secara mandiri maupun kelompok
Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilaksanakan
Menyusun rencana kerja pelatihan
Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
Manfaatkan hasil penelitian dan meningkatkan kerja pelayanan kesehatan masyarakat

TENAGA PROFESIONAL ASUHAN ANTENATAL

Tenaga profesional adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang tertentu yang diakui oleh pemerintah dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku.

Dalam pemberian asuhan antenatal tidak hanya dilakukan oleh bidan tetapi dilakukan oleh tenaga profesional lainnya seperti : dokter,ahli kebidanan,dokter umum,dokter perawatan bidan,dan dukun terlatih.

Pada umumnya bidan memberikan pelayanan kesehatan kepada wanita yang beresiko rendah meliputi pendidikan asuhan bayi baru lahir,asuahan antenatal,KB di beberapa negara.Hal ini merupakan asuhan primer rutin.


XII. KESIMPULAN

Konsep-konsep dasar asuhan kehamilan menegaskan keunikan bidan dalam meningkatkan kasehatan ibu dan keluarga pada usia subur yaitu : Bekerjasama dengan wanita dalam memelihara diri sendiri dan meningkatkan kesehatannya bagi diri dan keluarganya, menghargai martabat manusia dan memperlakukan wanita sebagai wanita seutuhnya sesuai hak asasi, memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik, kepekaan terhadap budaya dan bekerjasama dengan wanita dan petugas kesehatan untuk mengatasi praktek budaya yang merugikan kaum wanita, pusatkan pada peningkatan dan pencegahan penyakit serta bertanggung jawab meningkatkan kondisi kehidupan dasar dengan memberikan pelayanan yang kompeten.

Konsep Dasar Asuhan Antenatalmeliputi :
1.Fisiologi Asuhan antenatal

a.Kehamilan merupakan keadaan yang alamiah
b.Asuhan yang diberikan berfokus kepada kebutuhan ibu
c.Asuhan yang diberikan secara berkesinambungan
d.Terjadinya hak – hak ibu
e.Ibu dan keluarga ikut berpartisipasi dalam asuhan

2. Lingkup Asuhan Antenatal
a.Pengkajian dan Diagnosa
b.Rencana asuahan ( Menyusun asuhan )
c.Langkah tindakan awal untuk menangani ketidaknyamanan dalam kehamilan
d.Menangani komplikasi terhadap ibu dan bayi

3. Prinsip pokok asuhan Antenatal
4. Sejarah Asuhan Antenatal
5. Tujuan Asuhan Antenatal
6. Standard Asuhan Antenatal
7. Hak – Hak Wanita Hamil
8. Peran dan Tanggungjawab Bidan
9. Issue Terkini Dalam Asuhan Antenatal
10.Evidance Based Dalam Asuhan Antenatal
11.Tipe Pelayanan Asuhan Antenatal
12.Tenaga Profesional Asuhan Antenatal



DAFTAR PUSTAKA

- Saifuddin AB,Adriaasz G,Wiknjosastro GH,Waspodo D.Buku Acuan Nasional Pelayaan Kesehatan Maternal dan Neonatal.Jakarta : JNPKKR – YBPSP,2000.
- Departemen Kesehatan RI ( 1995 ),Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia.
- Sofyan,Mustika.,et all (ed).,Bidan Menyongsong Masa Depan,341 hm,xxxiv,Jakarta : PP IB,Cetakan ke VII 2006.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar